Sabar yang Menyabarkan

“Ga ada sih Mba. Sebenarnya ga’ ada yang jadi masalah. Mungkin hanya sedikit hambatan. Ya, bagaimana juga penumpang itu berbeda-beda. Kadang ada yang suka marah-marah karena bisnya lama..begitu deh Mba,” seorang wanita yang merupakan pegawai bus Trans Jakarta bertutur padaku.

“Ya, kita memang harus sabar kan ya, Mba…” pungkas wanita yang mengaku telah lima tahun bekerja di bidang tersebut. Aku tersenyum dan berterima kasih atas obrolan singkat itu padanya.

Wanita dengan usia kandungan yang telah mencapai angka Sembilan bulan itu mengajarkan padaku sebuah aksi nyata kesabaran. Sabar, banyak orang mengatakan bahwa sabar adalah sebuah kata yang mudah dilafalkan namun sangat sulit untuk taraf aplikasinya.

Sabar, merupakan hal abstrak namun nyata terepresentasikan dalam kehidupan. Keberadaannya di tengah manusia mampu menjadi penenang dan pengontrol efektif dalam menejemen diri menghadapi masalah. Saya tidak akan mengupas definisi sabar. Namun perlu kiranya sedikit berbagi tentang sabar yang menyabarkan.

Sering kita saksikan atau bahkan alami, kita atau orang di sekitar kita mengeluh, marah, atau bahkan menghujat orang lain maupun keadaan yang dialami. Kita merasa hak kita diabaikan, kita merasa paling benar dan layak, kita merasa bahwa orang di sekitar maupun keadaan yang melingkupi diri ini semuanya salah.

Perasaan-perasaan ini akan terakumulasi membentuk karakter pribadi yang jauh dari sabar. Sabar hanya akan menaungi mereka yang memahami alur hidup ini. Sabar hanya akan menjadi kawan orang-orang yang memaknai keberadaan dirinya di dunia ini.

Sabar kita akan besar pengaruh dan manfaatnya bukan hanya untuk diri pribadi namun juga untuk orang lain. Tanpa sebuah kesabaran, Rasulullah tidak akan berhasil membina sahabatnya. Beliau tidak akan mampu mentarbiyah umatnya dengan keteladanan akhlaknya.

Sebagai da’i sebelum apapun, seharusnya kitalah yang menjadi pionir dalam teladan kesabaran. Sabar itu tidak berbatas. Yang berbatas melainkan adalah sifat dan perilaku manusianya. Pun sabar bukan sebuah hal pasif. Ia adalah sebuah aksi nyata yang merupakan cermin dari pribadi yang matang.

Betapa, saat sabar telah mengakar di setiap hati manusia, maka keyakinan akan kemudahan nyata terwujud. Saat sabar telah membumi, maka ia akan lenyapkan kebencian, buruk sangka, permusuhan, dan kedengkian.

Bersabarlah dalam usahamu. Bersabarlah dalam doamu. Dan tetap bersabarlah dalam sahajamu. Karena kau da’i, maka sabar hakikatnya adalah kawan setiamu.

031211

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s