BENAR-BENAR MABOK

Krasak-krusuk tentang isu kenaikan harga BBM sangat membuat gatal telinga. Udin, seorang tukang ojek perempatan Klender datang pagi itu dengan wajah kusut.

“Ana apa Din? Deneng raimu kucel temen..”1 ujar Bayu, sohibnya sesama daerah.

Udin hanya menghela napas dalam dan panjang. Ia terdiam. Dan lagi, dihelanya napas dalam-dalam.

“Bojoku, Yu..”2 katanya dengan wajah nglentruk*.

“Bojoku saiki mben dina ngangluh. Pokoke aku kudu oleh duwit sing akeh. Mbok mengko ora bisa tuku apa-apa pas BBM sida munggah regane.”3 Udin menggeleng-gelengkan kepalanya.

Dua sohib itu duduk di bangku bambu favorit mereka. Simpang siur berita kenaikan harga BBM benar-benar membuat keriting kehidupan rumah tangga mereka.

“Apa iya aku kudu dadi maling ya Yu??”4 tanya Udin separuh berputus asa. Ditatapnya wajah rekan yang genap dua puluh tahun menjadi karibnya sejak mereka di desa pinggir kota Banyumas.

“Hus! Aja kaya kuwe, Din. Seangel apa bae urip iki, dhewek aja ngasi dadi wong ora bener. Wis lah, orahan melu-melu pejabat korup sing senenge mangan dhuwite rakyat. Dadia wong bener, Din.”5

Udin tertunduk lemas. Ia memikirkan nasib tiga anaknya yang kini tengah butuh-butuhnya uang sekolah. Ia memikirkan permintaan ibunya yang minta dibenahi rumahnya yang reot. Ia memikirkan tentang istri tercintanya yang payah lantaran harus turut membantunya mencari nafkah.

“Duh Gusti, paringana sabar..”6 ujar Udin membatin.

Dua sohib itu menikmati semilir angin sambil merenungi diri masing-masing. Sementara itu, di layar televisi pojok pos ojek mereka muncul berita, “Mahasiswa KAMMI daerah Bekasi menyerukan untuk menurunkan harga BBM dan juga Presiden SBY.”

 

*lemas

Keterangan Dialog :

1 “Ada apa, Din? Kok mukamu kusut sekali..”

2 “Istriku, Yu..”

3 “Istriku sekarang setiap hari mengeluh. Pokoknya aku harus mendapat banyak uang. Dia takut kalau-kalau kita tidak bisa membeli apapun saat harga BBM benar-benar naik.”

4 “Apa iya aku harus menjadi maling, Yu?”

5 “Hus! Jangan begitu, Din. Sesulit apapun hidup kita, jangan sampai kita jadi orang tidak baik. Sudahlah, tidak usah kita ikut-ikutan para pejabat korup yang suka mengganyang uang rakyat itu. Jadilah orang baik, Din.”

6 “Ya Rabb, berikanlah kesabaran..”

070312

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s