Cuap-Cuap SCGNI II

Akhwat Version

SCGNI? Apa pula itu?

SCGNI merupakan singkatan dari Short Course Gerakan Nasional dan Internasional. Ini merupakan kali keduanya diselenggarakan oleh pengurus pusat (PP) KAMMI. SCGNI merupakan bentuk aplikasi dari keteladanan para sahabat dan ulama dalam mencari ilmu yakni mendatangi sumber ilmu.

Ketika berusia sepuluh tahun, Al Imam Al Bukhari mulai menuntut ilmu. Beliau melakukan pengembaraan ke Balkh, Naisabur, Rayy, Baghdad, Bashrah, Kufah, Makkah, Mesir, dan Syam (http://purna.wordpress.com). Inilah yang menjadi landasan penyelenggaraan SCGNI di mana pesertanya adalah perwakilan dari kader KAMMI seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan kali ini, akan diangkat kisah perjalanan yang peserta (akhwat) susuri selama SCGNI II. Sedang resume hasil kajian dengan tokoh-tokoh yang dikunjungi akan dipublish kemudian secara bertahap, insya Allah.

Akhwat yang berkesempatan mengikuti agenda luar biasa ini berjumlah 5 orang. Mereka adalah Afsyah Pelly (Riau), Eka Fauziyah Rakhmawati dan Fauziyah Rakhmawati (Surabaya), Siska Lis Sulistiyani (Bandung), dan Susi Susanti (Bogor). Kelima akhwat tangguh ini mengikuti keseluruhan acara dengan sangat baik.

Mulanya, semua peserta berkumpul pada hari Sabtu, 25 Februari 2012 di Sekretariat KAMMI Pusat. Nampak sangat dari wajah mereka saat awal bertemu, gurat kelelahan usai perjalanan dari daerah asal. Pembukaan acara selesai dengan beberapa pengumuman tentang agenda esoknya dan tempat tinggal para akhwat.

Alhamdulillah, mereka tinggal di tempat tinggal saya, Koper (Kontrakan Perjuangan) di Pancoran, Jaksel. Koper baru saja selesai dibereskan lantaran hari itu juga merupakan kali pertama saya menempati kontrakan baru itu. Walhasil, para akhwat yang kelelahan turut serta membersihkan lantai rumah. Pun untuk alas tidur, kami menggunakan sajadah dan sebuah karpet kecil. Subhanallah, resmilah mereka menjadi penghuni pertama Koper.

Mereka dibekali uang oleh panitia untuk digunakan memenuhi kebutuhan mereka selama lima hari di ibu kota ini.

Agenda mulai berjalan keesokan harinya. Para akhwat menempuh perjalanan awal ke sekre pusat KAMMI dengan berjalan kaki dari Koper ke jalan raya. Dan ini hampir setiap hari mereka tempuh untuk awal pemberangkatan. Jarak tempuh lebih kurang 1,5 km ke jalan raya. Setelah itu, di seberang taman makam pahlawan (TMP) Kalibata, mereka menaiki mikrolet nomor 16. Kampung Melayu adalah tempat pemberhentian mereka. kemudian perjalanan diteruskan dengan menaiki Kopaja 502 ke arah Gramedia Pusat Matraman.

Padatnya jalan raya Jakarta, ganasnya polusi, menyengatnya cuaca, adalah hal-hal yang mereka hadapi dan sempat membuat beberapa mengalami shock kecil dalam awal penyesuaiannya. Namun itu semua urung membuat surut langkah mereka yang membawa ghirah thalabul ‘ilmi dari daerah.

Diawali dengan pembahasan dan diskusi mengenai Komindo (Koperasi Muda Indonesia), tentang aktivis, dan dakwah media, para peserta melalui hari pertama dari lima hari agenda SCGNI dengan lancar. Hari-hari berikutnya mereka berkesempatan mengunjungi bapak Anhar Gonggong, seorang sejarahwan senior, gedung DPR (Anis Matta, Fahri Hamzah, dll), KPK, ibu Marwah Daud, pak Din Syamsuddin, LSI (Lembaga Survei Indonesia), Oke Zone, Republika, dan lain-lain. Dapat kita bayangkan betapa kayanya bekal ilmu yang mereka bawa ke daerah masing-masing usai SCGNI II.

Busway, Kopaja, mikrolet, dan taksi adalah sopir setia para peserta. Khususnya para akhwat yang semuanya baru pernah mencicipi busway/transjakarta, mereka mengaku menikmati perjalanan dengan angkutan umum andalan Jakarta ini. Meski tak jarang mereka harus berdiri lantaran penuhnya penumpang, hal itu tak menghilangkan sensasi menaiki transjakarta. Jika pun kedapatan tempat duduk, hampir semua peserta akhwat memanfaatkannya untuk beristirahat sekedarnya (tidur).

Perjalanan yang padat dan cukup melelahkan, membuat beberapa dari mereka sempat jatuh sakit. Ditambah lagi perjuangan saat mereka harus tersesat ketika menuju lokasi kunjungan atau menghadapi kendaraan yang mogok. Hal itu membuat mereka harus mengeluarkan ekstra tenaga yang tak sedikit. Namun Alhamdulillah, mereka berhasil melewati masa-masa menyenangkan penuh perjuangan ini dengan baik.

Rentang waktu tak lebih dari sepekan di Jakarta telah menyatukan mereka. Mimpi besar, harapan, dan semangat realisasi dalam bentuk aksi nyata di daerah telah mereka bulatkan bersama usai agenda ini.

Semoga mimpi menjadi pemimpin masa depan mulai terbangun kokoh dan terkuatkan seiring terlaksananya agenda ini.

 

Salam realisasi mimpi, salam aksi!

Pendamping Akhwat SCGNI II
Sofistika Carevy Ediwindra

040312

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s