Pernik Seorang Ayyash Ibnu Sofian

Ayyash Ibnu Sofian bukan nama asli tentunya. Gadis ini memiliki nama asli Dina Fauziah yang merupakan gadis berdarah Bugis, Makassar. Dina Fauziah memiliki makna agama (din) yang menang (fauziah). Gadis yang lahir di tanah Jakarta ini memiliki enam orang saudara kandung. Mereka tinggal di daerah Tanjung Priuk, Jakarta Utara.

Ayahnya seorang yang bekerja di bidang pelayaran. Sesekali saja dalam waktu yang lama ia bersua dengan lelaki yang menjadi teladannya ini. Ayyash mengidolakan kakak keduanya. Darinya ia banyak belajar tentang ilmu kehidupan yang tak didapatnya di bangku sekolah formal. Ibu Ayyash adalah seorang ibu rumah tangga yang luar biasa. Perjuangan beliau mendidik ketujuh anaknya menjadi sumber inspirasi tersendiri bagi seorang Ayyash.

Mengapa Ayyash Ibnu Sofian? Seorang tokoh perjuangan Palestina bernama Ayyash Al Muhandis adalah inspirasinya. Ayyash Al Muhandis adalah pejuang kemerdekaan Palestina yang jenius dan ahli dalam bidang kimia. Karenanyalah Dina mengambil nama Ayyash sebagai panggilan akrabnya di samping faktor nama Dina dirasa telah menjamur di masyarakat.

Ayyash memiliki sebuah mimpi besar mendirikan dan membumikan pembangunan rumah untuk anak jalanan. Baginya, berbagi adalah salah satu cara bersyukur terbaik yang akan selalu ia usahakan. Gadis yang mencitakan untuk berhaji bersama seluruh anggota keluarganya ini juga tertarik untuk mengunjungi pulau tertimur Indonesia, Papua. Eksotika kepulauan Raja Ampat sangat ingin ia telusuri pada setiap jengkal tanahnya.

Kini, Ayyash tengah menyelami kehidupan akademiknya di Sampoerna School of Education (SSE) yang terletak di Jakarta Selatan. Jarak rumahnya (Jakut) ke kampusnya (Jaksel) cukup jauh. Dibutuhkan waktu sekitar dua jam untuk sampai ke kampus setiap harinya. Bahkan pernah suatu kali ia tak dapat masuk ke kelas lantaran terlambat. Namun kini, Ayyash telah bergabung dalam Koper (Kontrakan Perjuangan) yang terletak tak jauh dari kampusnya. Masalah terlambat pun telah teratasi dengan baik.

Ayyash menjabat sebagai pengurus BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa), sebuah badan internal kampus. Di samping itu, gadis yang bercita menjadi seorang motivator dan entrepreneur ini juga memiliki amanah di beberapa organisasi eksternal kampus. Sebut saja JIC (Jakarta Islamic Center), Forum Alumni SMA 52 Jakarta, Komunitas IT, dan Kammi Madani. Itu semua merupakan wasilah tempaan yang membuat seorang Ayyash semakin kuat dan berkembang.

Ayyash yang memiliki motto bahwa tiada yang tak mungkin selama kita berusaha dan serahkan pada Allah ini sangat mahir dalam menulis. Gaya tulisannya yang bergenre muda dan ringan sangat mengalir untuk dibaca. Staf humas Kammi Madani yang satu ini pandai dalam mengolah kalimat sederhana menjadi indah dan bermakna. Film 3 Idiots menjadi salah satu sumber inspirasinya dalam mengolah kehidupan. Kasih sayang, keluarga, kecerdasan, cinta, dan persahabatan adalah nilai berharga yang membuat hidupnya terus memancar.

Gadis yang renyah dan supel ini mengaku bahwa memang sebagai seorang mahasiswa yang aktivis pasti ada pasang dan surutnya. Namun justru di balik itu semua (hambatan, tantangan, masalah), yang sering membuat merasa putus asa dan terjatuh justru adalah sarana penguat diri.

“Allah telah siapkan pundak terbaik untuk memikul amanah itu. Dan tentu, tak akan Allah biarkan hambaNya sendiri. Selalu ada saudara terbaik di sekeliling kita yang tulus membersamai dalam jalan dakwah yang panjang.” Pungkas Ayyash yang juga merupakan kontributor utama Gerakan KAMMI Menulis (GKM) KAMMI Madani.

080312

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s