Histeria SUJU Vs Apatisme Masyarakat

Isu pemberitaan dalam negeri tak lepas dari wacana buruk yang terjadi. Bentrok TNI-Polri yang tak mencerminkan kebijaksanaan para pembela negara, nasib TKI yang kian mengenaskan, seret-menyeret kasus korupsi, hingga jerat tindak asusila oknum wakil rakyat silih berganti mewarnai atmosfir media. “Bad news are good news,” begitu prinsip media.

Wajar jika masyarakat negeri ini mulai apatis. Kepekaan terhadap isu yang berkaitan dengan negeri ini kian menipis. Paling-paling masalah korupsi, gontok-gontokkan perebutan kursi, atau saling menjatuhkan menjelang pemilu. Sangat jarang berita yang sampai ke hadapan masyarakat berupa prestasi atau kebanggaan negeri.

Wajar, jika datangnya Super Junior (Suju) di ibu kota menyedot banyak massa. Seolah sebagai tumpahan rasa penat, berbondong-bondong masyarakat mendatangi Mata Elang International Stadium, Ancol, Jakarta Utara. Fenomena Suju menjadi magnet kuat tak hanya bagi warga ibu kota. Kocek ratusan ribu hingga jutaan rupiah pun tak segan dikeluarkan demi menatap wajah sang idola.

“Ah, daripada pusing-pusing mikirin negara yang semakin tak keruan, mending have fun nonton kegantengan boy band number 1 Korea itu,”

Anggapan demikian lumrah terlontar dari sebagian masyarakat terlebih para remajanya. Terdapat banyak hal serius yang menjadi imbas jika hal ini terus dibiarkan.

Pertama, berubahnya orientasi pemuda Indonesia. Bayangkan. Jika sebagian besar pemuda Indonesia tersedot arus apatis maka kehancuran kian dekat di hadapan. Bahkan, Adian Husaini (2012) dalam bukunya Pendidikan Islam menuturkan kalimat M. Natsir tentang hal ini.

Tulis Adian Husaini (2012), “Pada 17 Agustus 1951, hanya 6 tahun setelah kemerdekaan RI, M. Natsir melalui sebuah artikelnya yang berjudul “Jangan Berhenti Tangan Mendayung, Nanti Arus Membawa Hanyut”, Natsir mengingatkan bahaya besar yang dihadapi bangsa Indonesia, yaitu mulai memudarnya semangat pengorbanan.”

Saat ini kita telah berada pada posisi 60 tahun lebih terpaut dari awal kemerdekaan Republik Indonesia. Pemuda yang digadang menjadi motor perubahan di masyarakat kian terlena dengan buaian hiburan semu yang semakin beragam. Masalah bagaimana memperbaiki SDM (sumber daya manusia) maupun sistem di negara ini seakan jauh asap dari panggang.  Padahal, dua hal itulah yang menjadi pangkal semua permasalahan negeri ini (Karantiano, 2012, dalam penyampaian materi Syumuliatul Islam).

Kedua, melambatnya pembangunan negeri.  Penggerak roda pembangunan bangsa adalah para pemuda yang hampir seluruhnya berada di usia produktif. Lebih dari 50% penduduk negeri ini berada di usia produktif (http://maluku.bkkbn.go.id). Pemuda selayaknya menjadi inisiator pergerakan di segala aspek kehidupan di negara ini. Ketiadaan kontribusi pemuda perlahan namun pasti menyeret bangsa ini pada kemunduran.

Inovasi dan aplikasi gerak nyata pemuda akan mandeg lantaran fokusnya beralih kepada hal yang tidak memiliki signifikansi terhadap pembangunan bangsa. Tak ayal, negeri ini kian sulit menemukan orang-orang yang memiliki kepakaran ilmu. Ditambah lagi, bangsa yang besar ini kian terjajah lantaran produk negeri orang kian mendominasi. Perusahaan-perusahaan asing menjamur di tanah pertiwi. Jadilah kita budak di negeri sendiri, hanya menikmati segelintir manfaat dari kerukan alam kita.

Datangnya Super Junior ke negeri kita setidaknya bisa menjadi tolak ukur antusiasme masyarakat. Selayaknya pemerintah negeri ini belajar dari hal ini. Betapa kalimat, “Assalamu’alaikum, saya suka Indonesia gadis,” dari mereka saja sudah mampu menyihir jutaan penontonnya.

Maka seharusnya kata-kata, tindakan, maupun kebijakan dari pemerintah menjadi hal yang bisa lebih diapresiasi masyarakat terutama dari sisi manfaatnya. Jangan sampai masyarakat semakin merosot tingkat kepercayaannya pada pemerintah. Bisa-bisa, golongan putih (golput) negeri ini semakin menjamur. “Lagian, siapa saja yang memimpin, toh, tak ada bedanya.”

280412

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s