KAMMI DI PENGHUJUNG TIGA BELAS

H-1 MILAD KAMMI

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) tepat satu hari lagi akan mengalami transformasi usia. Usia gerakan mahasiswa yang lahir di era 1998 ini bukan lagi pada hitungan satuan. Kini ia beranjak dari 13 menuju 14 yang menandakan keremajaannya dan kedekatan dengan usia dewasa.

Usia 14 tahun memang merupakan level usia remaja yang sering diidentikkan dengan labil. Kelabilan dalam konteks ini diartikan sebagai kondisi abu-abu dalam penentuan jati diri. Remaja dengan usia 14 tahun memiliki kecenderungan mencari identitas yang tepat bagi dirinya dengan mencoba dan mencoba.

Dalam 14 tahun yang cukup belia ini, KAMMI telah menghadapi rangkaian slide hitam putih dan warna dari peristiwa negeri. Jika KAMMI hanya sebuah organisasi labil, bisa jadi ia tiada siap dan kuat hingga kini. Bahkan kini, KAMMI pun tengah berada pada lini terdepan gerakan anti kebijakan menaikkan harga BBM. Artinya, KAMMI kembali memposisikan sebagai gerakan pro rakyat dan anti  pemerintah.

Hal itu menandakan bahwa bukanlah sembarang organisasi KAMMI ini. Di tengah hujatan dan rintangan di posisinya kini, ia tetap tegak dengan upayanya menyuarakan hak rakyat. Mudah saja bagi KAMMI jika ingin turut serta dalam barisan pengekor pemerintah. Mungkin beragam kemudahan akses, fasilitas, dan dana akan mengucur deras memenuhi pundi-pundi KAMMI.

KAMMI merupakan suatu bagian dari rantai pergerakan mahasiswa di Indonesia. Kelahirannya di negeri ini bukan tanpa suatu alasan. Realita dan idealita yang jomplang di negeri ini menjadi stimulus KAMMI maupun gerakan mahasiswa lain untuk tetap hidup.  Sebagai gerakan mahasiswa, maka ia mengambil ideologi dan langkah antitesa dari yang pemerintah anut. Hal itulah yang membuatnya independen dari intervensi politik manapun. Tetap hidup.

Terdapat sebuah optimisme pribadi terhadap gerakan mahasiswa di negeri ini. Melihat dari rekam jejak sejarah gerakan mahasiswa di berbagai negara di dunia, hampir semuanya mengarah pada titik yang sama. Kemenangan.

Gerakan mahasiswa (pemuda) di Mesir, Amerika, Spanyol, Perancis, Amerika Latin, hingga Jepang dan Indonesia telah membuktikannya. Bukti bahwa gerakan mahasiswa memiliki kekuatan dalam mengarahkan sejarah negara.

Suara rakyat yang sering tak terakomodasi oleh negara yang kebanyakan beraura kepentingan membuat mahasiswa jengah. Mahasiswa dengan idealisme dan semangat perubahannya tidak bisa diam melihat kondisi bangsa yang semrawut. Maka muncullah pergerakan, bergerak; perubahan, dan berubah.

Optimisme pribadi tiada akan bermakna jika ia mandeg tanpa ada realisasi aksinya. KAMMI adalah organisasi mahasiswa yang berupaya membumiluaskan optimisme pribadi menjadi optimisme kolektif yang berujung pada upaya perbaikan bersama.

Selayaknya milad organisasi muda ini menjadi bahan bakar untuk tetap memasifkan pergerakan KAMMI di seluruh daerah di Indonesia. KAMMI nyata menjadi rahim bagi intelektual muda yang tercatat kini lebih dari 20 ribu tersebar di tanah air maupun mancanegara.

280312

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s