Langkah Cinta untuk Indonesia

Saat kini marak perdebatan di kancah wanita tanah air tentang gugatan atas keterkungkungan peran wanita, buku ini menjawabnya. Buku yang sebenarnya telah cukup lama berdiri di rak ini baru kini saya selami. Langkah cinta Yoyoh Yusroh untuk Indonesia.

Mendengar nama Ustadzah Yoyoh Yusroh pun baru kali pertama saat kabar kepulangan beliau ke rahmatullah tengah ramai. Yoyoh Yusroh, wanita dengan 13 putra-putri ini tidak banyak ba bi bu untuk mematahkan pandangan behwa wanita tak memiliki kesempatan untuk berkiprah. Dengan amanahnya di Komisi I DPR RI, beliau semakin menguatkan menjadi tokoh wanita yang layak menjadi teladan.

Lembar demi lembar buku ini say abaca ada saja yang sebabkan air mata mengalir. Seluruh testimoni orang dalam buku ini sepakat pada satu pendapat. Ustadzah Yoyoh adalah sosok wanita (muslimah) luar biasa.

Saya terkesan dengan testimoni Ketua Fraksi PKS DPR RI, Mustafa Kamal. Dalam awalan penuturannya tulis beliau, “Ibunda Yoyoh Yusroh adalah manusia biasa, perempuan biasa. Sehari-hari nampak seperti ibu rumah tangga biasa. Beliau tampil berbicara dengan gaya yang biasa-biasa saja. Keseharian dan penampilannya pun biasa-biasa saja, penuh keserbabiasaan. Namun, yang luar biasa adalah bahwa dengan keserbabiasaannya tersebut beliau mampu menata dirinya menjadi luar biasa. Maka beliau tunduk kepada Rabbnya, ikhlas pada agamanya, taat pada suaminya, percaya pada pemimpinnya, dan setia kepada sahabat-sahabatnya.”

Ya. Sadar akan kesederhanaan diri sebagai hamba adalah titik tolak yang menjadi suluh kekuatan kita sebagai muslim. Buku ini bukan dimaksudkan mengkultuskan sosok seorang Yoyoh Yusroh. Buku ini tampil menjadi referensi alternatif di saat negeri ini kering akan sosok teladan seorang wanita.

Berkiprah di dunia internasional maupun urusan dalam negeri, tidak membuat ibu yang wafat di tahun 2011 lalu ini menanggalkan prioritasnya dalam keluarga. Prestasi anak-anaknya tidak perlu diragukan. Bahkan, diakui oleh salah seorang sahabat Bu Yoyoh, Ustadzah Wirianingsih, waktu paling istimewa bagi Bu Yoyoh adalah saat berada di tengah keluarganya. Yakni saat beliau menggorengkan pisang untuk anak-anaknya yang selalu ludes sebelum pisang tertata di piring.

Kekuatan, kelembutan, ketegasan, cinta, dan semangat berkarya adalah keteladanan terbaik yang beliau tinggalkan untuk negeri. Tidak hanya untuk Indonesia bahkan. Tapi juga untuk umat Islam di penjuru dunia. Kekuatan amalan yaumiah beliau adalah prasyarat yang urung beliau lupakan. Kebiasaannya mengkhatamkan minimal 2 juz tilawah per hari, hafalan Quran, qiyamul lail yang tak pernah absen, dhuha, shaum Daud, adalah back up terbaik dalam terjun ke dunia dakwah.

Beliau buktikan pada Muslim di tanah air, khususnya wanita, bahwa politik adalah jua ranah yang mesti kita (muslimah) garap. “Memisahkan perempuan dari politik sama dengan memisahkan masyarakat dari lingkungannya.” Ungkap Bu Yoyoh semasa hidupnya.

Aktivitas publik dan domestik (kerumahtanggaan) adalah dua hal yang nyatanya mampu dijalankan secara apik dan seimbang oleh beliau. Yang menjadi PR untuk kita muslimah adalah, mampukah kita meneladani atau bahkan berjuang lebih dari beliau?

Karena dari rahim dan tangan wanitalah tercipta peradaban. Maka menjadikan wanita di negeri ini cerdas intelektual, sosial, dan ruhiyah (reliji) adalah kerja kita bersama.

“Wahai Saudariku, kita telah banyak menikmati hidup ini. Telah berapa tahun waktu yang kita lewati. Badan yang sehat telah kita nikmati. Rezeki yang cukup telah kita rasakan. Ilmu yang memadai telah tersimpan dan banyak lagi yang seharusnya kita ungkapkan sebagai wujud syukur kita kepada kekasih dambaan. Sekarang, saatnya kita berbuat. Untuk memperkuat barisan ummat. Menepis semua penghujat, tampil ke medan juang sebagai penyelamat.” –Yoyoh Yusroh-

Untukmu muslimah pencipta peradaban Islami..

040812

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s